Sunday, 2 November 2014

Kabut Asap Makin Tebal, Sekolah Boleh Libur

20:23 Posted by Unknown No comments


PALEMBANG- Makin pekatnya kabut asap yang terjadi di Metropolis, membuat Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Palembang mengambil kebijakan.

"Hari ini kabut asap makin tebal. Kita sudah menghirup udara tidak sehat. Tolong kepala sekolah sampaikan kepada orang tua murid untuk membekali anaknya dengan masker," kata Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Palembang Ahmad Zulinto saat menghadiri upacara di SDN 156 Palembang, Senin (3/11).

Dia memerintahkan kepada seluruh kepala sekolah di Metropolis untuk mengambil tindakan meliburkan sekolah jika kabut asap makin pekat.

"Jika besok kabut asap makin pekat, kepala sekolah dapat memulangkan siswa dan tidak menyuruhnya keluar rumah untuk menghindari penyakit karena asap," ujarnya.


Alih Fungsi Rawa Dikomersialisasi

20:22 Posted by Unknown No comments


PALEMBANG – Rawa sebagai salah satu resapan air makin terancam keberadaannya. Laju pembangunan kota pempek sebagai ibu kota Provinsi Sumsel menyerang daerah-daerah rawa yang ada di Metropolis.
Ada tiga jenis rawa menurut peraturan daerah (Perda) Nomor 11 Tahun 2012 tentang Pembinaan, Pengendalian, dan Pemanfaatan Rawa. “Berdasarkan Perda yang ada, sudah jelas disebutkan bahwa rawa memang boleh dimanfaatkan asal sesuai dengan fungsinya,” kata Kepala Dinas PU Bina Marga dan PSDA Palembang, Darma Budhi, belum lama ini.

Ada rawa konservasi yang merupakan lahan genangan air secara alamiah tergenang secara terus-menerus atau musiman akibat drainase alamiah yang terhambat. Rawa ini punya ciri-ciri khusus secara fisik, kimiawi, biologis, dan dataran yang tidak dapat dialihfungsikan.

Rawa konservasi untuk menjamin dan memelihara kelestarian keberadaan rawa sebagai sumber air dan tampungan air pengendali banjir. Yang kedua, rawa budidaya. Keberadaan rawa ini dipertahankan fungsinya sebagai rawa berdasarkan pertimbangan teknis, sosial ekonomi, dan lingkungan.

Tujuannya untuk menjamin dan memelihara kelestarian keberadaan rawa sebagai sumber air serta dapat dimanfaatkan untuk permukiman, lahan pertanian, atau perkebunan tanpa melakukan penimbunan.
Terakhir, rawa reklamasi. Rawa jenis ini dapat dimanfaatkan dengan cara mengeringkan, menimbun, dan mengalihfungsikan peruntukkannya dengan tetap memperhatikan fungsi rawa sebagai daerah tampungan air dan sistem pengendalian air.

“Dari ketiga jenis rawa itu, hanya rawa reklamasi yang dapat dilakukan penimbunan. Itu pun jika dilakukan untuk kepentingan masyarakat luas,” tuturnya. Budhi menambahkan, sebenarnya tidak ada pengaruh langsung antara banjir dengan  penimbunan rawa yang terjadi selama ini.

“Banjir yang terjadi dominan disebabkan air sungai yang pasang, bukan karena dampak penimbunan rawa. Tapi harus diakui, saat ini semakin banyak rawa yang ditimbun dan dialihfungsikan secara komersil,” imbuhnya.

Menurutnya, kalaupun ada yang disalahkan karena tak sesuainya izin penimbunan rawa, adalah pemerintah setempat (lurah dan camat, red) yang lalai dan tidak mengetahui persis izin yang diajukan. “Sebagai pemerintahan setempat, mereka (lurah dan camat, red) seharusnya lebih mengetahui wilayahnya. Jika lurah dan camat sudah memberikan izin, artinya sudah sesuai aturan. Kami (Dinas PU Bina Marga dan PSDA) sifatnya hanya melanjutkan rekomendasi saja,” cetus Budhi tanpa bermaksud menyalahkan.

Tapi, memang sudah seharusnya camat dan lurah mengetahui berapa luas daerah rawa dan jenis rawa apa saja yang ada di wilayah hukum masing-masing. Di dalam Perda No 11 Tahun 2012, hanya ada data untuk rawa konservasi yang luasnya 2.106,13 hektare dan rawa budidaya seluas 2.811,21 hektare. Sedangkan rawa reklamasi, tidak ada datanya. “Rawa reklamasi dapat dialihfungsikan setelah mendapatkan izin dari wali kota,” cetusnya.



Strada Triton Terus Kuasai Pasar

20:21 Posted by Unknown No comments


PALEMBANG – Mitsubishi Strada Triton masih merajai segmen double cabin dengan penggerak 4x4. Untuuk pasar di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), penyokong terbesar penjualan berasal dari perusahaan pertambangan dan perkebunan.

“Untuk kelas 4x4 masih didominasi oleh Triton sekitar 95 persen, kemudian sisanya pajero sport. Market share juga masih nomor satu baik secara nasional maupun Sumsel,” ujar Isnan Fahmi, Branch Manager PT Berlian Maju Motor, main diler Mitsubishi di sela- sela acara Safety Driving Klinik khusus pengguna kelas 4x4 Mitsubishi, akhir pekan lalu.


Dikatakan, penjualan Strada Triton dan Pajero Sport telah melampaui target sebanyak 180 unit hingga akhir tahun. Sementara untuk penjualan all type pihaknya berhasil membukukan 1.600 unit. Rinciannya sebesar 40 persen dari truk, 20 persen pajero, 10 persen Starda Triton dan sisanya jenis lain.   

   Sementara itu, dalam acara Safety Driving Klinik khusus pengguna kelas 4x4 Mitsubishi, dilaksanakan di areal eks areo modeling, Jl SMB II Palembang, PT Berlian Maju Motors bekerja sama dengan PT Kramayudha Tiga Berlian Motors membimbing drivers dari perusahaan untuk memahamani medan jalan untuk kendaraan kelas 4x4 double cabin.

“Setelah mendapatkan latihan maka pengendaranya dapat memaksimalkan kemampuan kendaraan di medan jalan yang sulit dilalui seperti di area perkebunan maupun pertambangan. Sebelumnya kita juga sudah berikan sesi latihan secara teori. Instruktur yang kami datangkan juga langsung dari ahlinya,” ungkap Dessu, marketing head area Sumatera PT Kramayudha Tiga Berlian Motors.



Kabut Asap Kembali Pekat

20:19 Posted by Unknown No comments



PALEMBANG - Kabut asap yang menyelimuti Metropolis makin pekat. Jika pada Minggu (2/11), kabut asap kembali menyerang Palembang tidak terlalu pekat, kali ini kabut asap yang menyelimuti Metropolis makin pekat, Senin (3/11).

Pekatnya asap yang menyelimuti jalan dan sudut Kota Palembang membuat pengemudi kendaraan harus menyalakan lampu untuk menghindari tabrakan. Jarak pandang hanya sekitar 30 meter.

Dodi, salah satu warga mengaku kabut asap yang kembali melanda Metropolis membuat mata perih. Kabut asap yang melanda kali ini lebih pekat dibanding sebelumnya. "Ya, kita harus mengenakan masker," katanya.


Janji Listrik Sumsel Tak Akan Padam Lagi

20:19 Posted by Unknown No comments


PALEMBANG - Krisis listrik di Provinsi Sumatera Selatan benar-benar parah. Petinggi PT PLN Wilayah S2JB (Sumsel, Jambi, dan Bengkulu) yang selama ini berkoar kalau pemadaman listrik (blackout) lantaran kerusakan PLTGU AGP Borang kapasitas 150 MW dan gangguan transmisi 150 KV Bukit Asam-Lahat pengantar 1 dan 2, ternyata menutupi sejumlah permasalahan listrik lain.

     Faktanya, pembangkit lain yakni PLTG Borang 100 MW sudah tak beroperasi sejak 13 Oktober lalu. Penyebabnya karena terhentinya pasokan gas.  “Memang ada masalah dengan pasokan gas di PLTG Borang. Kami sudah lakukan negosiasi dengan pihak terkait yang memasokkan gas untuk tambah pasokannya dan percepat negosiasi gas tersebut. Kendala akibat pasokan gas ini sudah ada sejak 13 Oktober lalu,” ungkap General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sumsel, Jambi, dan Bengkulu (S2JB) saat rapat dengan Gubernur Alex Noerdin di Griya Agung.

    Paranai menjelaskan, PLTG Borang tidak mendapatkan pasokan gas lantaran secara kontraktual gas habis. “Tapi, terhitung Minggu sore (kemarin) sudah mendapatkan pasokan gas dari PT Medco Energi. PLTG Borang bisa beroperasi kembali dan memasok listrik untuk masyarakat Sumsel. Kita jamin tak ada lagi pemadaman.”

    Tambah Paranai, pihaknya minta suplai listrik dari luar Sumsel karena di daerah tersebut sudah hujan dan PLTA-nya berfungsi dengan baik. “Sumsel ini bukan hanya gunakan listrik untuk Sumsel sendiri namun juga untuk Lampung. Jika tidak Lampung akan parah tidak mendapat listrik,” jelasnya.

Solusi ke depan? Kata Paranai, pihaknya akan melakukan strategi jangka panjang dengan membuat proyek baru. Yakni, sewa Keramasan 50 MW. Ini sama halnya dengan di Banjar Sari dan Keban Agung.
Gubernur Sumsel Alex Noerdin mengeluhkan banyaknya gangguan jaringan listrik selama beberapa hari belakangan. “Banyak permasalahan Sumsel. Mulai dari asap, air hingga listrik yang sering padam. Dampaknya, cukup serius. Hampir semua pelayanan menjadi terganggu, seperti rumah sakit, pemerintahan hingga masyarakat yang mengeluh.”

Alex menjamin jika mulai tadi malam, tidak akan ada lagi pemadaman listrik. “Saya juga instruksikan seluruh bupati dan wali kota untuk membentuk tim patroli bersama PLN setempat untuk mengawasi jalur transmisi, mengingat jalur ini sangat rawan. “Bisa saja ada pohon atau halangan yang mengganggu. Intinya, Pemprov Sumsel siap membantu untuk penyelesaian masalah ini, terlebih dalam dua bulan ke depan kita bakal menggelar dua event yang cukup penting,” pintanya.


BNPB: 99 Persen Kebakaran Hutan Disengaja

20:18 Posted by Unknown No comments


PALEMBANG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat sendiri terus memantau perkembangan beberap provinsi penghasil asap. “Di Palembang, jarak pandang 400 meter tadi pagi (kemarin pagi) pukul 06.00 WIB dan 800 meter pada pukul 08.00 WIB,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, kemarin.

Untuk kemarin, jumlah hotspot Sumsel terbanyak kedua setelah Kalimantan Tengah yang mencapai 1.225 titik. Sedang di Kalbar 203 titik, Kaltim 32 titik, dan Lampung 20 titik. Di Sumsel, data yang diterima BNPN mencapai 344 titik. Sebanyak 320 titik berada di wilayah OKI. “Itu artinya, 93 persen hotspot Sumsel ada di OKI. Sudah sejak dua bulan ini OKI sumber kebakaran lahan dan hutan di Sumsel,” bebernya.

Ditegaskan Sutopo, 99 persen penyebab kebakaran hutan dan lahan adalah disengaja. Bahkan kawasan konservasi seperti suaka margasatwa Padang Sugihan pun terbakar. Ada 11 hotspot di sana. “Modusnya adalah alasan ekonomi, karena pembukaan lahan dengan jalan pembakaran lebih murah,” cetusnya.
Jika arah angin tidak berubah, asap dari kebakaran lahan dan hutan di Sumsel akan tiba di Singapura. Perkiraan itu diungkap Kepala Seksi (Kasi) Observasi dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) SMB II Palembang, Agus Santosa di Griya Agung, Sabtu (1/11).

    “Saat ini, rezeki (asap) itu sudah tiba di Jambi,” katanya di hadapan peserta rapat membahas persoalan asap yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin. Saat ini, arah angin cukup mendukung untuk asap kiriman Sumsel tiba di Negeri Singa.

“Jika arah angin tidak berubah, bisa jadi ribut,” cetusnya. Jarak pandang (visibility) terendah karena kabut asap di Sumsel selama Oktober lalu yakni 200 meter. Sementara belakangan ini, paling pendek hanya 1.000 meter. Kondisi buruknya jarak pandang ini rata-rata pada pagi hari